Pertunjukan Lumba-Lumba Keliling di Bekasi Timur

Sejak dianugrahi anak, setiap akhir pekan selalu saya sisihkan waktu sebanyak-banyaknya untuk keluarga. Kalau di hari kerja saya bisa dikatakan sangat sibuk, pergi pagi dan pulang sudah sangat larut malam, maka di akhir pekan saya benar-benar ingin ‘membayar’ semua itu dengan mengajak Bang Rangga & Bung Rama jalan-jalan ke tempat yang menurut kami dapat menghibur serta mendidik mereka.

Kami berusaha mencari tempat hiburan alternatif yang lebih membumi atau juga dekat dengan alam, bukan ke tempat yang ‘metropolitan banget’ seperti ke mal misalnya. Karena pilihan ini bisa dibilang gampang-gampang susah, maka saya coba untuk mulai berbagi disini, siapa tahu ada diantara Anda yang mungkin berprinsip sama seperti kami serta kebingungan mau kemana lagi mengajak anak-anak.

Suasana Sebelum Pertunjukan Lumba-lumba di Bekasi Timur

Pada hari Jumat 5 Juni 2009 lalu, ketika pergi ke kantor menyusuri Kali Malang, saya melihat sebuah spanduk–yang sebenarnya tidak begitu mencolok penempatannya–di dekat Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur bertuliskan “Dolphin Show”. Kalau tidak salah saya pernah melihat liputan di televisi tentang hal ini, pertunjukan lumba-lumba seperti di Ancol tetapi berkeliling ke daerah pinggiran kota layaknya sirkus. Walaupun Bang Rangga waktu berumur sekitar 1 tahun pernah kami ajak ke Gelanggang Samudra di Ancol untuk melihat pertunjukan serupa–dan sejak saat itu dia jadi tahu apa yang namanya dolphin–sepertinya tidak ada salahnya buat mengajak dia kembali melihat pertunjukan ini.

Besoknya, sepulang Bang Rangga dari ‘sekolah’ di Gymboree Bekasi, kami langsung menuju tempat pertunjukan lumba-lumba keliling tadi. Informasi di spanduk yang saya lihat memang kurang begitu lengkap, disana hanya tertulis alamat lokasi, tanpa telepon yang dapat dihubungi maupun jam pertunjukan. Dengan bantuan perangkat GPS di mobil, kami langsung menemukan lokasi pertunjukan. Tetapi setibanya disana ternyata pertunjukan berikutnya masih satu jam lagi, dan dari informasi yang kami dapatkan saat itu, pertunjukan berlangsung setiap 2 jam, dengan durasi setiap pertunjukan sekitar satu jam lalu kemudian istirahat satu jam sebelum pertunjukan berikutnya. Kalau tidak salah, saya masih menyimpan jadwal pertunjukan di rumah, nanti saya cari dan kemudian akan saya update di tulisan ini.

Begitu sampai saya sempat sedikit takjub, panggung pertunjukan ini hampir semuanya dibuat dari kayu, bagaimana bisa bangunan darurat ini ada pertunjukan lumba-lumba, pikir saya. Lokasinya berada di sebuah lapangan bola, jadi jangan khawatir Anda tidak kebagian parkir, bayangkan saja luas lapangan bola, ya disitulah nanti Anda akan memarkir motor atau mobil kalau tidak muat, he he he.

Tiket pertunjukan dibagi dalam 2 kelas, kelas biasa seharga Rp.20.000,- dan VIP seharga Rp.30.000,-. Waktu baru datang, istri saya sempat bertanya ke tempat penjualan karcis tentang apa bedanya tiket VIP, petugas tersebut sambil ragu-ragu dan menoleh kebingungan ke temannya kemudian menjawab, “Nontonnya lebih dekat bu”. Wah, lumayan mencurigakan nih, pikir kami yang kemudian memutuskan untuk beli tiket kelas biasa. Kecurigaan kami memang benar, coba Anda lihat pada foto di atas, pada pojok kiri dari foto ada seorang bapak dan anaknya duduk di kursi plastik merah seperti di warung bakso, yang namanya kelas VIP itu ya itu! Jadi nanti kalau Anda kesana, jangan pernah beli tiket VIP kecuali kangen duduk di bangku plastik! :-)

Sebelum pertunjukan mulai, ada petugas yang berkeliling menawarkan ‘produk’ berfoto dengan lumba-lumba seharga Rp.30.000,-. Ada-ada saja yah dagangan mereka, dengan modal sebuah kamera digital dan printer foto, dagangan ini ternyata laku keras, he he he. Kami pun tidak mau ketinggalan untuk ikut-ikutan berfoto dong seusai acara. He he he :-) .

Foto Bersama Lumba-Lumba

Pertunjukan dimulai dengan unjuk kebolehan hewan-hewan lain sebelum puncak acara yaitu atraksi lumba-lumba. Diawali dengan burung kakaktua, beruang madu dan berang-berang. Semuanya sebetulnya bukan hal baru, kalau Anda pernah ke pentas aneka satwa di Ancol, ya itulah, gak jauh beda koq. Pertunjukan puncak, atraksi lumba-lumba pun tidak ada yang berbeda. Pada prinsipnya  mau di Ancol, di Pattaya Thailand, di SeaWorld Orlando Florida ya intinya begitu-begitu saja, cuma kemasannya yang beda, he he he. Tapi buat anak, semua ini khan hal yang lumayan menghibur mereka toh? Kalau si orangtua, hiburan buat Anda adalah menjadi saksi bahwa orang Indonesia bisa bikin panggung atraksi lumba-lumba dari kayu seadanya. Lumayan khan buat mengisi hari libur bersama keluarga? :-P

Jadi, untuk Anda yang tinggal di Bekasi dan sekitarnya dan bingung mau kemana mengajak anak, ya silahkan datangi hiburan anak yang ‘beda’ ini. Pertunjukan berlangsung setiap hari, sejak 5 Juni 2009 sampai dengan 5 Juli 2009. Saya jamin Anda akan punya kesan deh, walaupun kesan yang aneh, ha ha ha ha.

Tetapi–menurut saya–pertunjukan seperti ini lumayan ‘menolong’ dari sisi biaya lho. Coba bandingkan jika Anda harus ke Ancol bila anaknya ingin menyaksikan atraksi lumba-lumba. Untuk satu orang saja, tiket masuk ke Gelanggang Samudra sudah 80 ribu, tiket masuk Ancol 12 ribu, ini masih harus dikalikan dengan jumlah anggota keluarga yang akan ikut ditambah dengan ongkos ke Ancol pulang-pergi. Mahal ya? :-(

Atraksi Lumba-Lumba di Bekasi Timur

Alamat:
Lapangan Multiguna Persikasi
Jalan Lapangan Bekasi Tengah No. 1
Bekasi Timur

View Atraksi Lumba-Lumba Keliling di Bekasi Timur in a larger map

Penyelenggara:
PT Wersut Seguni Indonesia dan Seganten Mas

Tiket Masuk:
Rp.20.000,- (biasa) dan Rp.30.000,- (VIP)

UPDATE
Dari penelusuran ke link ini, pertunjukan diadakan:

  • Hari Senin sampai Jumat dari pukul 13.00 sampai 20.00
  • Hari Sabtu, Minggu dan libur nasional dari pukul 09.00 sampai 20.30

About bukrie

just nobody!
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Pertunjukan Lumba-Lumba Keliling di Bekasi Timur

  1. may says:

    waah lumayan oke tuh mas, ni aku lg kebingungan, pertunjukan terakhir jam brp yah?? . . . bener juga lhoo, kita pernah ke gelanggang samudra ancol, mahal kalo musti banyak sodara yg dibawa [penghematan laaaah]. . .yg penting anak pada seneng yeee. . .

    Saya belum ketemu nih flyer-nya, disana sih ada dicetak jam pertunjukan weekday & weekend, besok atau lusa saya kabari (update) yah

  2. hery says:

    tolong kasih tahu saya dong alamat lengkapnya pertunjukan lumba-lumba di bekasi?
    sebelumnya terima kasih.

    Alamatnya ada di atas khan Pak, ancer2 lokasi juga ada Google Map-nya tuh… :-)

  3. kiki says:

    blom ada jadwalnya yah pak?
    mo pergi hari ini :(

    Flyer-nya mereka gak ketemu di rumah ni Bu, saya sih waktu itu nonton pukul 15.00 jadi yah jadwalnya ditambah/dikurangi per 2 jam aja dari jam 15.00 :-) . Maap ya, jadwalnya hilang…

  4. kiki says:

    oke deh pak. Makasih yaaaa

  5. kiki says:

    lapangan nya sebelum terminal bekasi kalo dari MM. seberang ramayana dan borobudur.
    tadi dah kesana
    jadwal pertunjukan yang saya ingat
    13.30, 15.00, dan 16.30

    HTM Rp 20.000

    Wah, terima kasih udah ditambah infonya :-)

  6. mohon ijin untuk posting di website kami.

    trims,
    Salam

    Admin VMg2community

    Silahkan pak… :-)

  7. Tidak ada yang perlu di edit Pak. Sudah sangat original dan informatif .

    salam.

    Baiklah :-D

  8. agharid says:

    wah makasih banget nih mas…sangat informatif..kebetulan anak2 minta kesana hari ini…hmm pertunjukan hari terakhir,..penuh gak ya pengunjungnya???

    Sama2 Pak, bagaimana kesannya anak2? Mudah2an mereka senang deh :-)

  9. DON’T GO TO THE DOLPHIN SHOW!!!!!

    Why???

    Because :
    1. The dolphins used in this show are clearly kept under stressfull conditions; they are extremely skinny. The pond in which they stay is way too small and of bad water quality. Dolphins in captivity have a very short life span due to the stress full and unnatural conditions they are kept.

    2. While dolphins can live as long as 50 years in the wild, more than half of all captive dolphins die within the first two years of captivity; the remaining dolphins live an average of only six years. Life in a tank is death sentences for dolphins.
    … Read More
    3.The dolphins are captured from the wild (Karimun Jawa, a National Marine Park) and therefore the travelling circus can be held directly responsible for the decreasing population of wild dolphins.

    Note: Dolphins are protected under Indonesia’s biodiversity law, NR 5, 1990.

    Oke2, terima kasih…

  10. wulandari sholeha says:

    pak lumba – lumba itu lcu

    :-D

  11. deri suandi says:

    mohon infonya pak. kami tertarik untuk kerjasama dengan lumba2 keliling tersebut. jika bapak ada no yg bisa kami hub atau alamatnya kami sangat berterima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>